Mengenal Warisan Budaya Sunda
Di sebuah lembah hijau di tepi Sungai Ciwulan, ada sebuah kampung yang memilih hidup selaras dengan alam dan leluhurnya. Mari kita mengenal Kampung Naga, tempat budaya Sunda dijaga dari generasi ke generasi.
Kami berlima akan memperkenalkan Kampung Naga kepada Anda.
Kampung Naga adalah kampung adat Sunda yang warganya masih memegang teguh tradisi leluhur dan hidup sederhana.
Terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, di sebuah lembah tepi Sungai Ciwulan.
Warganya adalah orang Sunda yang berbahasa Sunda dan beragama Islam, tetapi tetap menjaga adat warisan nenek moyang.
Menurut cerita warga, kampung ini berasal dari leluhur bernama Eyang Singaparna. Sejarahnya banyak diwariskan secara lisan.
Warga menanam padi di sawah berundak dan memelihara ikan di kolam. Padi disimpan di lumbung bersama yang disebut leuit.
Warga bergotong royong dan menyelesaikan masalah lewat musyawarah. Rasa kekeluargaan sangat kuat.
Memasak dengan tungku kayu bakar, tidak memakai listrik PLN, dan para ibu membuat kerajinan anyaman bambu.
Semua rumah dibuat seragam dan sederhana. Pilih salah satu topik:
Upacara adat yang diadakan beberapa kali setahun, bertepatan dengan hari besar Islam. Warga berziarah ke makam leluhur, berdoa, dan makan bersama.
Pekerjaan berat dan keputusan penting dilakukan bersama-sama.
Aturan adat dipatuhi sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang.
Warga menyebut larangan adat sebagai pamali. Ini bukan sekadar larangan, tetapi cara menjaga alam dan budaya.
Hutan di dekat kampung tidak boleh dimasuki sembarangan dan tidak boleh dirusak.
Pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu, warga pantang membicarakan hal-hal adat.
Rumah tidak boleh diubah sesuka hati. Bentuk dan bahannya harus mengikuti aturan adat.
Sungai dan sawah dijaga tetap bersih. Pengunjung diminta sopan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Di tengah dunia modern, Kampung Naga tetap berbeda dari kampung lainnya.
Rumah seragam dari bahan alami
Adat Sunda dijaga turun-temurun
Lembah hijau, sawah, dan sungai
Sederhana, damai, dan kompak
Kampung Naga mengajarkan bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan akar. Dengan mengenal dan menghargai budaya, kita ikut menjaga jati diri Indonesia.
Lihat langsung bagaimana warga menjalani hari-harinya.
Buka di YouTubeMari Lestarikan Budaya Indonesia